Kamis, 07 Februari 2013

Konfigurasi Perangkat-Perangkat Jaringan

bakir muhammad | Kamis, 07 Februari 201317.37 |


"KONFIGURASI PERANGKAT-PERANGKAT JARINGAN"
Sebelum kita akan membahas bagaimana cara mengkonfigurasi perangkat-perangkat jaringan, kita haru mengetahui dulu apa saja perangkat jaringan yang akan kita konfigurasi dan biasa di gunakan pada suatu jaringan komputer. Adapun perangkat yang akan kita konfigurasi ini, yakni bagian dari phisical layer pada osi layer.
Perangkat-perangkat tersebut adalah:
  1. Ethernet card / NIC (Nerwork Interface Card) / Lan Card.
Perangkat ini berfungsi sebagai penghubung komputer dengan sebuah jaringan komputer. Perangkat ini ada yang langsung terpasang pada maintboard komputer/notebook, lan card di tancapkan pada PCI Card pada maintboard komputer, dan ada yang dalam bentuk USB. Perangkat ini di gunakan untuk menghubungkan konektor RJ45 dan memiliki kecepatan 10-1000 Mbps.
Beberapa contoh perangkat ethernet:
lanCard-pci        usb-lanCard
  1. Wireles Lan (WLAN) / WI-FI (Wireles Fidelity)
perangkat ini pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan LAN Card, tetapi perangkat ini tanpa membutuhkan bantuan kabel dan konektor untuk di hubungkan ke suatu jaringan komputer. Wireles ini juga ada yang berupa Wireles Card dan ada yang dalam bentuk USB. Kecepatan dari perangkat ini sesuai dengan spesifikasi dari wireles tersebut, yakni;
802.11a = 54 Mb/s
802.11b = 11 Mb/s
802.11g = 54 Mb/s
802.11n = 100 Mb/s
contoh wireles seperti pada gambar di bawah ini:
          
  1. MODEM (Modulator DEModulator)
perangkat modem yakni perangkat jaringan komputer yang mengeubah sinyal digital menjadi sinyal suara, begitu pula sebaliknya. Macam-macam modem yakni:
  • modem analog
  • modem ADSL
  • modem CDMA
  • modem GSM, dll
contoh modem :
      
KONFIGURASI IP ADDRESS PADA SYSTEM OPERASI LINUX (UBUNTU)
Pada dasarnya cara mengkonfigurasi ip address di linux itu dapat kita lakukan pada network manager linux (bentuk grafis), atau dengan menggunakan syntax/mengkonfigurasi script pada file melalui terminal maupun console linux, terutama pada linux server pastinya kita mengggunakan text mode.
  • Cara setting ip addres dengan text mode
      • Melalui Command
setting ip address dengan cara ini, kita akan menggunakan command ifconfig, seperti di bawah ini;

ifconfig [namadevice] [ipaddress] netmask [subnetmask] broadcast [broadcastaddress]
contohnya seperti pada gambar di bawah ini:
dengan perintah di atas, dapat dapat kita lihat bahwa:
ifconfig = command untuk mengatur sebuah interface jaringan
ethx (x tergantung ethernet berapa yang di setting) = nama device yang akan kita atur ip addresnya, dan di lanjutkan dengan alamat ip tersebut
netmask = untuk menagtur subnetmask pada suatu pengalamatan ip address, sedangkan subnetmask itu adalah istilah yang di gunakan untuk membedakan mana itu network id dan host id pada suatu ip address
broadcast = untuk mengatur broadcast address, sedangkan broadcast address yakni suatu alamat ip yang ada pada batas akhir ip yang boleh di gunakan sebagai ip address
setelah kita melakukan command tersebut, kita dapat melihat hasil dari command tersebut dengan perintahifconfig. Seperti pada gambar di bawah ini.
Dengan cara di atas, kita dapat melihat informasi ip address, netmask dan broadcast yang telah kita atur pada device eth0.
Dari cara pengaturan ip address di atas, kita juga dapat menambahkan ip address atau membuat beberapa ip address pada satu device saja, dengan menggunakan alias. Cara penggunaannya sama seperti yang ada pada cara di atas, hanya saja kita tinggal menambahkan alias setelah nama device (eth0:1 – eth0:2 -eth0:n), seperti pada contoh di bawah ini.
Hasilnya akan seperti di bawah ini.
Dengan perintah ifconfig juga kita dapat menonaktifkat perangkat-perangkat tersebut, begitu juga sebaliknya. Cara menonaktifkan perangkat yakni dengan cara seperti pada contoh di bawah ini;
untuk mengaktifkan kembali caranya seperti pada contoh di bawah ini;
Setelah itu maka kita akan mengatur default gateway. Default gateway adalah sebuah alamat ip, dimana akan menjadi rute ataupun tempat pengiriman data dari semua host yang yang akan terkoneksi ke dalam sebuah jaringan tersebut. Gateway ibarat sebuah pintu keluar dari suatu jaringan lokal menuju jaringan yang lebih luas. Cara mengatur gateway yakni dengan perintah:
route add default gw [default gateway]
contohnya seperti pada gambar di bawah ini:
dari contoh tersebut;
route = command untuk menampilkan maupun mengatur default gateway
add = pilihan untuk menambahkan sebuah gateway
default gw = berarti kita akan menambahkan default gateway, dan di sambung dengan alamat default gateway tersebut
setelah kita menambahkan default gateway, dapat kita lihat dengan perintah route -n, seperti pada contoh di bawah ini
dari hasil di atas, dapat kita lihat gateway yang telah kita atur, yakni 192.168.1.1, beserta beberapa informasi lainnya.
Dengan melakukan pengaturan ip addres di atas, ketika kita akan melakukan restart pada pc/notebook kita, maka ip address yang telah kita atur tersebut akan kembali seperti semula atau akan hilang. Berarti cara di atas hanya akan menghasilkan ip address temporary saja, atau hanya sementara waktu selama komputer tersebut belum kita restart atau kita matikan. Apabila kita menginginkan ip address yang akan kita atur tidak bersifat temporary atau bersifat permanen pada perangkat jaringan, kita dapat melakukan konfigurasi pada file interfaces yang ada pada direktori /etc/network/. Dengan cara itulah maka ip address yang kita konfigurasi akan bersifat permanen.
      • Melalui file konfigurasi /etc/network/interfaces
dengan cara ini kita akan mengkonfigurasi dengan bantuan editor yang ada pada linux, seperti nano, mc, vi, vim, pico, gedit, dll. untuk mengkonfigurasi ip address pada linux tersebut terletak pada file interfaces yang ada pada direktori /etc/network/.
Cara melakukan konfigurasi kita gunakan dengan perintah;
nano /etc/network/interfaces
contohnya seperti pada gambar di bawah ini:
dari file tersebut terlihat hanya terdapat konfigurasi dari ip loopback saja. Ip loopback yakni sebuah ip yang secara default terpasang pada sebuah perangkat komputer yang baru saja di instaall tanpa mengatur ip address dan tidak boleh di gunakan untuk ipaddress, dan digunakan sebagai ip dari localhost dimana ip tersebut yakni 127.0.0.1.
dalam file ini kita dapat mengkonfigurasi ip address otomatis atau biasa di sebut dengan dhcp (Dynamic Host Configuration Protocol) yaknik ip address yang secara otomatis akan terpasang pada perangkat jaringan komputer tanpa mengatur sendiri ip tersebut dan akan di sesuaikan dengan pengaturan yang ada pada dhcp server maupun ip address secara manual atau di sebut dengan static yakni ip address yang harus kita atur sedetail mungkin agar bisa di sesuaikan dengan ip yang harus kita gunakan dari sebuah router/server.
Konfigurasi ip otomatis
dari konfigurasi tersebut;
auto eth0 = perintah untuk mengaktifkan secara otomatis perangkat eth0
iface = yang berarti interface
inet = berarti yang akan di konfigurasi yakni menggunakan ip versi 4 (ipv4)
dhcp = berarti kita menggunakan option untuk menggunakan ip address otomatis
konfigurasi ip manual
pada konfigurasi ip secara manual kita akan langsung mengisi ip address, netmask, network, broadcast, bahkan default gateway-nya akan langsung kita ketikkan pada file tersebut. Seperti pada contoh di bawah ini.
Dengan melakukan konfigurasi secara manual ini, kita juga dapat menggunakan alias, contohnya seperti pada gambar di bawah ini.
Setelah kita menyimpan file tersebut, bahkan setiap kali kita selesai melakukan konfigurasi ip address tersebut, kita harus melakukan restart pada service network atau melakukan restart pada komputer tersebut, seperti pada contoh di bawah ini;
setelah itu kita dapat melihat perubahan ip addres yang telah kita konfigurasi.
Penggunaan ifconfig ini juga dapat kita gunakan untuk melihat hasil konfigurasi secara spesifik, misalnya hanya melihat perangkat/device yang kita inginkan saja, misalnya eth0. Cara ini biasanya di lakukan apabila sudah banyak ip yang telah di konfigurasi pada beberapa perangkat. Contohnya seperti pada gambar di bawah ini;
Konfigurasi wlan
cara mengkonfigurasi wlan pada dasarnya sama dengan pada ethernet, hanya saja kita harus mengganti nama device ethx menjadi wlanx. Contohnya seperti pada gambar di bawah ini;
hasil dari konfigurasi tersebut dapat kita lihat dengan cara yang sama seperti pada ethernet, yakni dengan perintah ifconfig, seperti contoh di bawah ini;
selain melihat ip address pada wlan, kita juga dapat melihat informasi lain pada wlan, seperti melihat ssid, spesifikasi, frekuensi, bahkan melihat level signal pada wlan tersebut, dengan menggunalan perintahiwconfig, seperti pada contoh di bawah ini.
Setelah itu agar kita dapat menggunakan internet kita harus mengkonfigurasi file resolv.conf pada /etc/, yakni untuk menagtur DNS (domain name server). Pada dasarnya DNS adalah suatu deretan ip yang diterjemahkan dari suatu nama domain. Sedangkan untuk DNS yang kita gunakan disini yakni DNS yang dapat kita peroleh dari suatu ISP (Internet Servive Provider), misalnya dari PT.Telkom, atau bisa juga kita menggunakan DNS lokal yang telah kita buat pada DNS Server.
seperti pada contoh di bawah ini;
dari konfigurasi di atas nameserver adalah format untuk pengisian DNS, sedangkan menggunakan 192.168.20.14 tersebut merupakan DNS yang valid pada jaringan yang saya gunakan sekarang. kita juga dapat menambahkan beberapa DNS pada file tersebut. misalnya menambahkan DNS telkom (202.134.1.10 – 202.134.0.155) atau boleh juga menggunakan DNS google (8.8.8.8 – 8.8.4.4). pada dasarnya DNS yang kita gunakan boleh lebih dari satu DNS atau biasa di sebut dengan Secondary DNS dan yang utama adalah Primary DNS.
Setelah kita melakukan konfigurasi di atas, maka setelah kita merestar komputer dns tersebut akan hilang. Untuk menghindari hal tersebut, kita haru menonaktifkan network manager pada grafis dari ubuntu tersebut. Cara menonaktifkan dapat langsung kita klik kanan pada icon network di toolbar dan menghilangkan centang pada enable network. setelah itu maka kita hanya menggunakan ip address yang telah kita konfigurasi pada file interfaces, dan pada Network Manager tidak di gunakan lagi.
  • Cara konfigurasi IP Address dengan Network Manager ( grafis)
pengaturan ip address pada network manager, kita harus mengaktifkan dulu network manager apabila telah kita nonaktifkan. untuk pengaturan ip address kita klik kanan pada icon network manager yang ada pada toolbar , kemudian klik edit conection. maka akan tampil seperti gambar di bawah ini;
dari tampilan tersebut, ada beberapa menu, seperti;
wired = konfigurasi ethernet
wireles = konfigurasi wlan
mobile broadband = konfigurasi modem teleponr
VPN = konfigurasi jaringan private
DSL = konfigurasi modem DSL
setelah itu untuk mengatur ip otomatis maupun manual, kita dapa mengklik add, seperti pada tampilan di bawah ini;
tampilan di atas di gunakan untuk mengatur ip otomatis/DHCP. sedangkan untuk ip manual/static seperti pada tampilan di bawah ini;
dari pengaturan ip di atas setelah kita mengisi ip dengan benar, maka kita tinggal menyimpan pengaturan tersebut dengan mengklik save.
Demikian cara mengkonfigurasi ip address pada perangkat jaringan di sistem operasi linux ubuntu, pada dasarnya pengaturan ip address secara grafis dan text hampir sama, karena susunan ip tersebut harus sesuai dengan aturan pengalamatan ip address, hanya saja caranya yang berbeda. begitu pula pengaturan ip address pada mode text, dengan menggunakan command ifconfig maka ip address tersebut hanya bersifat temporary/sementara dan akan hilang ketika kita akan melakukan restart pada komputer maupun merestart servive network tersebut. sedangkan dengan mengkonfigurasi file /etc/network/interfaces maka ip address yang kita konfigurasi dapat menjadi permanen, dan cara ini pula biasa di gunakan untuk mengkonfigurasi ip address pada pc server/router linux, pada khususnya debian dan sekutunya.

Sumber : rizkyibrahim

If you found this post helpful. Share, Subscribe or Read Related Articles.

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

0 komentar:

Penulis menyarankan kepada para pembaca maupun pecinta blog agar bisa meninggalkan comment atau juga saran untuk bisa memperbaiki semua kekurangan yang ada pada artikel saya....
Karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan... 

Sekian dan terima kasih....

Like Facebok

Revolver Maps

Followers

Google+ Badge

Top Komentator


Widget by Get Widget
Copyright © 2013 BakirMuhammad. Bloggerized byOzynetwork converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top